Surabaya — Produk camilan sehat Kwacis Cookies yang diproduksi oleh PT Citarasa Valins berhasil menorehkan prestasi dalam ajang inovasi pangan nasional Healthypreneur 2022 yang diselenggarakan oleh Ladang Lima. Dalam kompetisi tersebut, Kwacis Cookies tidak hanya berhasil masuk dalam jajaran 10 besar finalis, tetapi juga meraih penghargaan Juara Favorite Taste.
Kwacis Cookies dikembangkan oleh pelaku UMKM asal Surabaya, Elana Agustin, yang berhasil membawa produknya bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini berfokus pada pengembangan produk pangan sehat berbasis tepung singkong gluten free sebagai alternatif pangan yang lebih ramah bagi kesehatan.
Keberhasilan Kwacis Cookies menembus 10 besar menunjukkan kekuatan inovasi produk lokal dalam menjawab kebutuhan pasar akan camilan sehat. Tidak hanya unggul dari sisi konsep, Kwacis Cookies juga berhasil mencuri perhatian dewan juri dari segi rasa, hingga akhirnya meraih penghargaan Favorite Taste. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa produk sehat tetap dapat menghadirkan cita rasa yang lezat dan diterima oleh konsumen.
Ajang Healthypreneur sendiri merupakan program yang tidak hanya menilai produk, tetapi juga membina para peserta melalui berbagai tahapan seperti bootcamp, validasi pasar, hingga pengembangan strategi bisnis. Dengan pendekatan tersebut, kompetisi ini bertujuan mendorong lahirnya produk pangan inovatif yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun global.
Kwacis Cookies dikenal sebagai camilan berbahan dasar tepung mocaf atau singkong yang dipadukan dengan berbagai biji-bijian seperti chia seed, flaxseed, dan wijen. Produk ini mengusung konsep bebas gluten, tinggi serat, serta kaya nutrisi, sehingga sesuai dengan tren gaya hidup sehat yang terus berkembang.
Pencapaian ini memperkuat posisi Kwacis Cookies sebagai salah satu produk inovatif berbasis pangan lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional. Selain itu, keberhasilan tersebut juga menjadi dorongan bagi pelaku usaha lainnya untuk terus berinovasi dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi.


